Efek Samping Penggunaan Obat Aborsi

Efek Samping Penggunaan Obat Aborsi - Kehamilan terkadang tidak direncanakan atau diinginkan. beberapa orang memilih untuk melanjutkan kehamilan, yang lain mungkin memilih untuk mengakhiri kelahiran dengan menggunakan pil aborsi, terlepas dari efek samping dari penggunaan obat aborsi itu sendiri. Baca artikel ini untuk mengetahui cara kerjanya dan efek samping penggunaan pil aborsi.



Apa itu pil aborsi?

Pil aborsi adalah obat yang digunakan untuk menyebabkan aborsi dengan sengaja. Aborsi berbeda dari kendala karena ada intervensi eksternal dalam upaya untuk menggagalkan proses kehamilan, sedangkan obstruksi terjadi secara alami.

Aborsi biasanya dilakukan saat janin berusia lima hingga tujuh minggu. Obat aborsi akan menghentikan hormon progesteron yang dibutuhkan untuk perkembangan janin, sehingga lapisan rahim menipis. Janin tidak dapat tumbuh dan menempel pada dinding rahim, kemudian akan keluar melalui vagina.

Pil aborsi yang umum digunakan adalah mifepristone dan misoprostol. Obat mifepristone bekerja dengan cara menghalangi progesteron dalam tubuh sehingga perkembangan janin akan terhenti. Misoprostol, di sisi lain, akan mengosongkan rahim Anda dengan memicu kontraksi. Konsumsi obat misoprostol akan menyebabkan kram dan pendarahan seperti proses pembuatannya.

Kedua obat ini dapat ditemukan di klinik aborsi di beberapa negara yang melegalkan aborsi. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang melegalkan aborsi, namun dengan ketentuan dan peraturan yang sangat terbatas.

Efek samping obat aborsi

Narkoba tentu memiliki efek samping, apalagi tanpa bantuan tenaga medis dan didapat dari penjualan ilegal. Berikut adalah efek samping obat aborsi yang harus Anda ketahui.

1. Kram

Obat aborsi akan menyebabkan kram sedang hingga parah, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat misoprostol. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, misoprostol bekerja dengan menyebabkan kontraksi rahim yang kuat untuk menggugurkan janin.

Kram ini bisa dibantu untuk meredakannya dengan obat pereda nyeri yang bisa didapatkan tanpa resep (obat bebas), kecuali aspirin yang justru akan menyebabkan pendarahan lebih parah. Jika Anda ingin memilih obat yang aman untuk Anda, bisa langsung kunjungi jual cytotec asli ini.

2. Pendarahan

Pendarahan akibat meminum pil aborsi berbeda dengan darah yang keluar saat siklus menstruasi. Darah yang dikeluarkan umumnya mengandung sisa-sisa janin dan jaringan. Efek samping dari penggunaan yang satu ini biasanya dialami bersamaan dengan kram.

Kondisi ini bisa berlangsung selama satu atau dua minggu, bahkan sebulan. Jika situasinya luar biasa, tindakan medis seperti pembedahan mungkin diperlukan.

3. Infeksi parah

Setelah 24 jam mengonsumsi misoprostol, Anda mungkin mengalami mual, sakit perut, lemas, yang mungkin disertai demam. Gejala-gejala ini menunjukkan adanya infeksi pada rahim.

Penelitian menunjukkan infeksi ini terjadi karena ada bakteri penghasil toksin tertentu yang ditemukan di vagina sekitar 10% wanita setelah mengonsumsi pil aborsi.

4. Kehamilan ektopik

Efek samping yang paling parah dari penggunaan pil aborsi adalah kehamilan ektopik atau kehamilan di masa depan di luar rahim. Kehamilan ektopik ini umumnya tidak dapat didiagnosis pada awal kehamilan melalui USG dan hanya dapat dilihat jika kehamilan telah memasuki fase pertengahan. Gejala yang mungkin muncul adalah nyeri perut dan pendarahan vagina.

Kehamilan ektopik dapat menyebabkan tuba fallopi (tabung yang menghubungkan ovarium ke rahim) pecah dan menyebabkan pendarahan internal yang parah. Namun, kehamilan ektopik masih jarang terjadi. Dari tahun 2000 hingga 2018, hanya ada 97 kasus kehamilan ektopik di Amerika Serikat.

5. Penyakit Radang Panggul (PID)

Mengambil pil aborsi dapat meningkatkan risiko Penyakit Radang Panggul (PID) sebanyak 23% jika Anda juga memiliki infeksi Chlamydia. Efek samping PID adalah infertilitas, abses, dan nyeri kronis. Kami menganjurkan Anda membeli obat penggugur kandungan yang aman.

6. Risiko Infertilitas

Infeksi yang disebabkan oleh pil aborsi dapat menyebabkan kemandulan di kemudian hari. Infertilitas ini termasuk kondisi seperti kehamilan ektopik yang akan menyebabkan sel telur berkembang di luar rahim.

7. Gangguan jiwa

Selain efek samping fisik, wanita juga bisa mendapatkan efek samping pada kesehatan mental. Gangguan mental yang dapat terjadi antara lain kecemasan, depresi, atau gejala terkait trauma. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari ketidaknyamanan fisik akibat pil aborsi hingga perasaan bersalah atau tidak nyaman dari orang-orang di sekitar Anda.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.